Jasa Renovasi Sejasa

6 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Menyewa Jasa Renovasi Rumah

Melakukan renovasi rumah bisa membuat rumah Anda terlihat lebih menarik. Namun, renovasi rumah yang buruk akan membuat Anda harus mengeluarkan biaya lagi. Oleh karena itu, Anda harus cermat sebelum menentukan jasa renovasi rumah. Perhatikan 6 hal berikut ini agar jasa renovasi rumah Anda melakukan pekerjaan yang memuaskan.

Jasa Renovasi Sejasa

1.   Menentukan Jenis Renovasi yang Dibutuhkan

Setiap rumah memiliki kebutuhan renovasi yang berbeda. Oleh karena itu, Anda juga harus mengidentifikasi jenis renovasi apa yang Anda butuhkan. Dari beberapa ahli berikut, mana yang paling Anda butuhkan untuk renovasi rumah Anda?

  • Kontraktor

Kontraktor menyediakan layanan dalam satu paket. Tim kontraktor terdiri atas arsitek atau desginer, konsultan, serta pekerja bangunan. Kontraktor dapat menangani banyak proyek, mulai dari yang mayor hingga minor.

  • Arsitek

Arsitek berperan jika Anda ingin mengubah tampilan rumah Anda. Arsitek memiliki keahlian untuk mendesign rumah serta memanfaatkan tanah yang Anda punya.

  • Designer

Jika arsitek berfokus pada struktur bangunan, designer berfokus pada keestetisan bagian interior. Mereka akan mengurus pemilihan warna, pencahayaan, serta gaya interior yang digunakan. Banyak juga designer yang terspesialisasi, misalnya khusus untuk kamar mandi, dapur, serta ruang tamu.

  • General Kontraktor

General kontraktor berfokus pada penyediaan material bangunan serta pelaksanaan proyek. Pekerjaan general kontrator mencakup hal-hal yang umum. Jadi, berbeda dengan kontraktor yang terspesialisasi seperti kontraktor kolam renang serta kontrator elektrikal.

2.   Membaca Review dan Mencari Referensi

Sebelum melakukan deal dengan penyedia jasa, Anda harus mencari tahu kemampuannya dahulu. Kini, banyak penyedia jasa renovasi yang memiliki website sendiri. Di website tersebut, Anda harus melihat seperti apa review para pelanggannya. Jika memiliki banyak review negatif, Anda sebaiknya mencari penyedia jasa lain. Selain review, Anda juga harus melihat portofolio mereka. Nilailah apakah mereka cukup berpengalaman untuk melakukan renovasi di rumah Anda. Di portofolio tersebut, Anda juga akan menemukan kontak konsumen mereka. Hubungilah beberapa konsumen yang ada. Tanyakan pada mereka mengenai pengalaman menggunakan jasa renovasi rumah tersebut.

3.   Mengonfirmasi Lisensi, Asuransi, serta Perjanjian Kontrak

Sebagai konsumen, tentu Anda menginginkan rumah Anda direnovasi oleh orang yang terpercaya. Anda harus memastikan mereka memiliki lisensi sehingga mereka pantas mengerjakan proyek ini. Namun, lisensi tidak bisa menjamin kapabilitas mereka secara menyeluruh. Oleh karena itu, entah berlisensi atau tidak, pastikan mereka memiliki asuransi. Asuransi tersebut berupa asuransi jika terjadi kerusakan. Selain itu, asuransi juga harus menyediakan dana untuk kompensasi pekerja bangunan. Selain asuransi, Anda juga harus mengurus perjanjian kontrak dengan penyedia jasa. Perjanjian ini akan melindungi Anda jika terjadi masalah selama proses renovasi. Misalnya ketika penyedia jasa menghilang sebelum menyelesaikan pekerjaannya. Perjanjian ini juga melindungi penyedia jasa ketika Anda tidak dapat memenuhi biaya yang telah disepakati.

4.   Membuat Timeline Pekerjaan

Ketika menanyakan estimasi harga, Anda juga harus menanyakan estimasi waktu renovasi. Perkirakan timeline renovasi di rumah Anda dan beritahukan pada penyedia jasa. Penyedia jasa yang baik akan memberi tahu Anda apakah timeline tersebut realistis atau tidak. Selain itu, jika Anda memiliki agenda lain, jangan lupa untuk memberi tahu mereka. Sebagai penyedia jasa, tentu mereka juga memiliki agenda lain sehingga mereka harus menyesuaikan bila ada perubahan.

5.   Mengutamakan Keselamatan

Proses renovasi rumah terkadang beresiko jika Anda memiliki anak serta binatang peliharaan. Selain itu, material yang digunakan untuk renovasi rumah juga sering beracun. Oleh karena itu, Anda harus menanyakan bagaimana cara menghindarinya. Beberapa caranya ialah dengan melapisi bagian pekerjaan dengan plastik, menjauhkan barang-barang berbahaya dari jangkauan anak kecil, serta melakukan pekerjaan di luar rumah.

6.   Menegosiasi Biaya dan Metode Pembayaran

Sebelum menandatangai kontrak, Anda harus menegosiasikan biaya serta metode pembayarannya. Jika sudah mendapatkan estimasi biaya, Anda harus memastikan biaya tersebut masuk akal. Biasanya, biaya renovasi terdiri atas 40% pembelian material bahan bangunan. Jadi, jangan sampai pihak penyedia jasa mengambil keuntungan terlalu banyak.

Pembayaran untuk biaya renovasi rumah sebaiknya tidak dilakukan sekaligus. Agar tidak ada pihak yang dirugikan, lakukanlah pembayaran per termin. Biasanya, pembayaran terdiri atas 3 termin. Termin pertama dibayar sebelum renovasi dilakukan. Termin kedua setelah renovasi berjalan 50%. Setelah itu, barulah dilakukan pembayaran di termin ketiga.

 

 

There are no comments yet

Why not be the first

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *